KAP3B Semarang Kirim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Lintas Sumatra ke Aceh Tamiang

KAP3B Semarang memberangkatkan tim relawan beserta bantuan logistik untuk membantu penanganan bencana di wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap melalui jalur darat lintas Sumatra sebagai upaya memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan terkoordinasi.

Gelombang kedua relawan secara resmi diberangkatkan pada Selasa (30/12) dari Bogor. Pemberangkatan ini melengkapi tim medis dan evakuasi yang telah lebih dahulu bergerak sehari sebelumnya. Secara keseluruhan, misi kemanusiaan KAP3B Semarang dibagi ke dalam tiga tim utama dengan fungsi dan tugas yang berbeda.

Sebelum keberangkatan, seluruh relawan menjalani persiapan intensif yang mencakup aspek logistik, teknis, dan operasional. Persiapan tersebut meliputi pengadaan perlengkapan lapangan, peralatan medis, serta kebutuhan dasar relawan. Selain itu, armada kendaraan yang digunakan juga menjalani pengecekan menyeluruh, termasuk kondisi mesin, sistem kelistrikan, dan penggantian ban, guna memastikan keselamatan selama menempuh perjalanan panjang lintas provinsi.

Koordinator lapangan KAP3B Semarang menjelaskan bahwa persiapan matang menjadi kunci utama keberhasilan misi kemanusiaan ini. “Perjalanan darat lintas Sumatra membutuhkan kesiapan fisik, teknis, dan mental. Kami memastikan seluruh relawan dan armada dalam kondisi siap agar bantuan dapat tiba dengan aman dan tepat waktu,” ujarnya.

Dalam skema operasional yang disusun, Tim 1 difokuskan pada layanan medis dan evakuasi. Tim ini terdiri atas enam personel dengan dukungan satu unit ambulans dan satu unit APV. Tim medis telah diberangkatkan lebih awal pada Senin (29/12) dari Bekasi dan diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan darurat serta membantu proses evakuasi korban bencana di lokasi terdampak.

Sementara itu, Tim 2 yang bertugas pada aspek taktis dan lapangan diberangkatkan pada Selasa (30/12) dari Ciangsana, Bogor. Tim beranggotakan lima personel ini menggunakan kendaraan Ford Everest 4WD dan menempuh rute Jakarta–Merak–Bakauheni–Medan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Aceh Tamiang. Tim ini bertanggung jawab melakukan koordinasi lapangan, pemetaan kebutuhan mendesak, serta distribusi bantuan nonmedis di wilayah terdampak.

Adapun Tim 3 berfokus pada dukungan logistik medis dan berbasis di Medan. Dengan dukungan dua unit armada, tim ini ditugaskan untuk mengangkut dan mendistribusikan obat-obatan, alat kesehatan (alkes), serta sarana penunjang medis lainnya guna mempercepat pelayanan kesehatan di area bencana.

Menurut perhitungan tim koordinasi, perjalanan darat lintas Sumatra diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari. Lamanya perjalanan dipengaruhi oleh kondisi cuaca, kepadatan lalu lintas, serta koordinasi dengan berbagai pihak di sepanjang jalur distribusi. Meski demikian, KAP3B Semarang memastikan seluruh relawan telah dibekali dengan prosedur keselamatan, sistem komunikasi, dan rencana kontinjensi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

Misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAP3B Semarang dalam kegiatan sosial dan penanggulangan bencana. Organisasi alumni ini menegaskan bahwa keterlibatan langsung di lapangan menjadi bentuk tanggung jawab moral dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

KAP3B Semarang mengajak seluruh masyarakat untuk turut memberikan dukungan dan doa agar seluruh relawan diberikan keselamatan selama perjalanan serta dapat menjalankan tugas kemanusiaan ini secara optimal. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.